September 18, 2012

Untuk Sebuah Nama

Untuk Sebuah Nama ?

Hanya satu nama,dan masih satu nama hingga detik ini. 
Sebuah nama yang masih terbesit dalam. 
Sebuah nama yang mengawali hari-hari pertamanya,sebangku denganku :') 
Sebuah nama yang mengawali saat itu dengan kata-kata penyemangat di pagi hari dann garis lengkung di pipinya.
Sebuah nama yang menuntunku melewati persamaan linier,bangun ruang,koordinat hingga aljabar.  

Sungguh,masih teringat jelas dibenakku..

Disaat dia menuntunku,menulis angka demi angka,garis demi garis hingga menemukan ujungnya. 
Disaat kita bermain peran,berlatih,bercanda,dan menunjukkan kebersamaan kelompok di ruang publik.  
Disaat dia mengajariku memetik senar-senar gitar menjadi alunan oktaf yang indah. 
Disaat dia mengembalikan senyuman ini,disaat-saat kelam itu. 
Disaat dia menyapa dengan suara khasnya..

Jika masih bisa ku perbaiki segalanya waktu itu,akan kuperbaiki sebaik mungkin. 

Mungkin,dia sudah melempar jauh-jauh dan menanam semua awal hingga akhir kisah perjalan dalam sebuah kubangan 
beton yang kokoh. 

Dan apakah dalam kubangan itu masih berbekas atau sudah sirna menjadi butiran-butiran debu?? 
Entah,siapa yang mengetahuinya. 
Berbekas ataupun tidak itu,sudah tak ada arti baginya. 
Karna langit yang membiru sudah beralih kelabu.
Karna gemerlap sudah menutup diri di balik sang gerhana.  
Seperti itulah dia
Mungkin,untuk mengingat namaku saja sulit
Apalagi yang sudah berlalu,seperti sudah terbawa angin~ 

Jangan kau beranggapan,ku berhenti memperdulikanmu
Karna inilah caraku
Memperdulikanmu dari jauh,dengan segala keterbatasan yang ada. 
Mungkin ini jalan yang diberikan-Nya untuk akhir yang pasti

Menunggu
Selama ini kah
Bersabar memang tak berbatas, Namun,sampai kapan dia menyadari? 
Kupikir butuh waktu yang lama,hingga kera bertelur
Apa dia yang menganggapku seonggok sampah kucel?
Entah... 

No comments:

Post a Comment