April 12, 2013

Siapa lagi? Kalo bukan kamu



Saat seperti inilah,aku sangat sangat membutuhkanmmu .
Butuh segala yang dulu pernah kau berikan.
Yang telah tersia-siakan sepenuhnya.

Siapakah diriku sebenarnya?
Bagaimana tega aku menghapuskanmu dari catatan kecilku
Dimanakah naluriku saat itu?
Tolong simpan sisa naluriku yang telah tersungkur dihadapanmu


Memberikan kata-kata penyemangat disetiap pagi
Semua kata hangatmu..
Walau tak sebanyak yang telah kau berikan kepadanya.
Namun,aku sangat bersyukur
sempat menjadi salah satu pengisi kotak masuk telepon gengganmu

Aku sudah tak lagi ingat,
Sudah berapa kali ku tuliskan dirimu pada sebuah buku ini

Oh iya,bagaimana dengan sekolah barumu?
Jujur,aku sangat bangga melihatmu memakai pin itu.
Haha aku terlalu lemah menjadi pesaingmu.
Memang begitu keadaannya dari dulu.
Jaga baik-baik pin itu.
Tak mudah untuk mendapatkannya.

Liat keadaanku sekarang
Kacau sekacau-kacaunya
Aku sangat rindu keramahan suaramu
aku rindu kesabaranmu menuntunku
Rindu akan lengkungan pipimu itu.
Sangat rindu semuanya akan dirimu..
Terdengar sangat sederhana
Namun,terselip makna terdalam

Entah,ini semua terdengar rumit sangaaat rumit
Disaat kau sedang berada di sisiku,
aku tak merasakan rasa butuh itu.
Tak merasakan ke mayaan keadaan saat itu.
Namun,apa yang terjadi sekarang?
Aku dibutakan keadaan.
Buta segelap-gelapnya.
aku tak hanya sedang membutuhkanmu,
aku juga sedang menunggumu.
Menunggumu, sejenak menolehkan bayangmu kehadapku.
Aku hanya dapat berharap kau menangkap bayanganku.
Walau hanya sedetik.
Itu sudah sangat berarti bagiku.
Entah sampai kapan,masih akan tersimpan

Kau tak perlu repot-repot membalas pesan menyedihkaanku ini.
Ya,aku sudah tau balasanmu.
Tentu saja,kau tak akan rela memberikan posisi itu untuk penggemar mu yang pengecut ini.
Sangat menyedihkan....
Tentu saja aku masih menyimpan sepotong kain putih yang pernah kau berikan.
Bagaimana denganmu?
Ku harap kau juga begitu


Terlalu lama,
Sudah sangat tak tertahankan
Hanya ini yang dapat kulakukan..
Meluapkan beberapa frase yang bercekamuk
Berpesan denganmu saja sudah tidak mungkin
Apa lagi untuk saling berbicara

Tak usah salahkan jarak dan keadaan
Mereka ada ,karna kita membuatnya ada
Tidak usah khawatir
Diantara jarak itu,aku masih akan tetap memerdulikanmu
dengan caraku

Tolong ajari aku, cara melupakanmu.
Mengingatmu seolah-olah membuka luka lamaku.
Menyesakkan pikiran dan sekujur rusukku.   
Kau ingat? Kapan kita terakhir kali saling menyapa?
Terhitung, semenjak 3 tahun yang lalu.
Januari lalu genap 3 tahun.
Sudah lupakan saja,toh kau sudah tak mengingatnya lagi.
Maaf aku lupa.
Maaf juga aku telah menyia-nyiakan 3 bulan bersamamu.
Maaf telah menganganggapmu tidak ada.
Maaf aku tak dapat memberikan harapanmu itu.
Memang semua salahku.

Terimakasih sudah rela membagikan rasa itu.
Semoga  kau temukan penyambung garis tanganmu.
Kelak

No comments:

Post a Comment