April 29, 2013

Kinestetik

Beberapa minggu yang lalu,libels mengadakan tes psikotes IQ khusus kelas X.
Rencananya,hasil psikotes akan dijadikan tolak ukur penjurusan IPA-IPS-Bahasa. 
Wuaah,kurang lebih 4 jam kita menjalani tes. 
Tes psikotes tersebut terdiri dari beragam tes,ada tes hafalan,berhitung cepat,kepribadian,penyelesaian persoalan fisika,matematika,gambar-gambar 
Wes pokoke wakeh. 
Mblenger,stres,buntu lah 
Dan waktu tes itu,aku banyak yang salah perintah,harusnya dilingkari,tapi aku silang.
Sangking mblenger e =)))
Untung waktu tes anak kelas pada tenang,tentram,dan saling menjinakkan sehingga tes berjalan indah~

Lalu beberapa minggu selanjutnya,hasil psikotes sudah ada dan bisa diambil di BK  
Masing-masing anak di beri sebuah buku yang sebenernya sifatnya "RAHASIA" 
tapi namanya juga anak-anak,yaudah begitu dapet buku langsung tuker-tukeran. 

Dari hasil psikotesnya,ternyata aku orang kinestetik yang cenderung umek wehehe =))



Ajaib,kok bisa tau? 
Dan ada kalimat yang bikin aku ngakak ,plus binggung kok tes ini sawangane ....=)))








Identitas

Menurut kalian,
Identitas seseorang itu sebenarnya ditentukan melalui pola pandang yang seperti apa? 
Status sosial,pandangan secara fisik,sifat kasih,keturunan,kebiasaan atau yang bagaimana? 

Kalau bagi saya,pandangan mengenai identitas seseorang tergolong tolak ukur yang relatif,
dapat dilihat dari segi manapun dan oleh siapapun. 
Ya,bisa dikatakan identitas seseorang dapat berkembang sejauh seseorang itu bertindak untuk sekitar. 
Dan dengan sendirinya,lingkup sekitarnya akan menilai dan memberikan identitas untuk dirinya tanpa seseorang tersebut sadari. 
Oleh karena itu,penindakan untuk sekitar sangatlah penting untuk identitas kalian ^^

Itu pendapat saya,bagaimana pendapat kalian? 

April 23, 2013

Puisi BJ. Habibie

                                     
                                Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku 
menjadi nelangsa setengah mati, 
hatiku seperti tak di tempatnya, dan 
tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan,
sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….

April 12, 2013

Siapa lagi? Kalo bukan kamu



Saat seperti inilah,aku sangat sangat membutuhkanmmu .
Butuh segala yang dulu pernah kau berikan.
Yang telah tersia-siakan sepenuhnya.

Siapakah diriku sebenarnya?
Bagaimana tega aku menghapuskanmu dari catatan kecilku
Dimanakah naluriku saat itu?
Tolong simpan sisa naluriku yang telah tersungkur dihadapanmu


Memberikan kata-kata penyemangat disetiap pagi
Semua kata hangatmu..
Walau tak sebanyak yang telah kau berikan kepadanya.
Namun,aku sangat bersyukur
sempat menjadi salah satu pengisi kotak masuk telepon gengganmu

Aku sudah tak lagi ingat,
Sudah berapa kali ku tuliskan dirimu pada sebuah buku ini

Oh iya,bagaimana dengan sekolah barumu?
Jujur,aku sangat bangga melihatmu memakai pin itu.
Haha aku terlalu lemah menjadi pesaingmu.
Memang begitu keadaannya dari dulu.
Jaga baik-baik pin itu.
Tak mudah untuk mendapatkannya.

Liat keadaanku sekarang
Kacau sekacau-kacaunya
Aku sangat rindu keramahan suaramu
aku rindu kesabaranmu menuntunku
Rindu akan lengkungan pipimu itu.
Sangat rindu semuanya akan dirimu..
Terdengar sangat sederhana
Namun,terselip makna terdalam

Entah,ini semua terdengar rumit sangaaat rumit
Disaat kau sedang berada di sisiku,
aku tak merasakan rasa butuh itu.
Tak merasakan ke mayaan keadaan saat itu.
Namun,apa yang terjadi sekarang?
Aku dibutakan keadaan.
Buta segelap-gelapnya.
aku tak hanya sedang membutuhkanmu,
aku juga sedang menunggumu.
Menunggumu, sejenak menolehkan bayangmu kehadapku.
Aku hanya dapat berharap kau menangkap bayanganku.
Walau hanya sedetik.
Itu sudah sangat berarti bagiku.
Entah sampai kapan,masih akan tersimpan

Kau tak perlu repot-repot membalas pesan menyedihkaanku ini.
Ya,aku sudah tau balasanmu.
Tentu saja,kau tak akan rela memberikan posisi itu untuk penggemar mu yang pengecut ini.
Sangat menyedihkan....
Tentu saja aku masih menyimpan sepotong kain putih yang pernah kau berikan.
Bagaimana denganmu?
Ku harap kau juga begitu


Terlalu lama,
Sudah sangat tak tertahankan
Hanya ini yang dapat kulakukan..
Meluapkan beberapa frase yang bercekamuk
Berpesan denganmu saja sudah tidak mungkin
Apa lagi untuk saling berbicara

Tak usah salahkan jarak dan keadaan
Mereka ada ,karna kita membuatnya ada
Tidak usah khawatir
Diantara jarak itu,aku masih akan tetap memerdulikanmu
dengan caraku

Tolong ajari aku, cara melupakanmu.
Mengingatmu seolah-olah membuka luka lamaku.
Menyesakkan pikiran dan sekujur rusukku.   
Kau ingat? Kapan kita terakhir kali saling menyapa?
Terhitung, semenjak 3 tahun yang lalu.
Januari lalu genap 3 tahun.
Sudah lupakan saja,toh kau sudah tak mengingatnya lagi.
Maaf aku lupa.
Maaf juga aku telah menyia-nyiakan 3 bulan bersamamu.
Maaf telah menganganggapmu tidak ada.
Maaf aku tak dapat memberikan harapanmu itu.
Memang semua salahku.

Terimakasih sudah rela membagikan rasa itu.
Semoga  kau temukan penyambung garis tanganmu.
Kelak